Pages

Friday, December 22, 2017

puisi ibu adalah pahlawanku



Ibu ...
Sembilan bulan kau mengandungku 
Makan sulit ,,, mual muntah kau jalani semua dengan tabah  
Berbaring sulit ,,, terlentang susah ,,, berdiri pun tak berdaya
Namun kau tetap tegar jalani semua dengan penuh sabar



Ibu ...
Sudah tak terhitung berapa malam yang kau lewati tanpa tidur
Demi aku agar aku bisa tertidur lelap



Ibu ...
Satu tetes air susumu takkan mampu tergantikan
Walaupun itu dengan tujuh samudra madu




Kau pun mampu memerankan sebagai peran Ayah
Bahkan kau pun mampu memiliki gelar Master Segala ilmu
Mulai dari ilmu Akutansi, ilmu Tata Boga hingga pada ilmu Kedokteran
Yang kesemuanya itu kau jalani tanpa mengenal lelah




Ibu...
Meskipun kau kadang egois
Pemarah
Bawel
Bahkan keras dalam mendidik anak - anakmu
Aku percaya itu semua karena untuk kebaikan anak - anakmu 
Karena kasih sayang dan perhatianmu begitu dalam



Ibu ...
Dengan seiringnya waktu berlalu
Roda kehidupan pun berputar
Hanya doa yang bisa kupersembahkan untukmu
Kebaikan jasamu sungguh berarti
Dan takkan terbalas oleh apapun juga



Maafkan aku Ibu sampai detik ini aku belum bisa membuatmu bahagia
Ibu kau adalah perempuan terhebat di muka bumi ini 
Kau adalah Pahlawanku ... ibu ...
  

Thursday, December 21, 2017

Terbius nasi bungkus sederhana



Siapa sih yang gak kenal dengan nasi bungkus ? Nasi putih yang dibungkus bersama pasukan - pasukannya.  Yang kesemuanya itu dibungkus dengan kertas nasi. Tetapi ada juga yang dibungkus dengan daun pisang. Beda lagi kalau di daerah yang satu ini sebut saja kota Cirebon, nasi bungkus tersebut dibungkus dengan daun jamblang. Tentunya dengan berbagai lauk pauk yang pastinya membuat kita berselera untuk menikmatinya. Oleh sebab itu dinamai dengan sebutan " Nasi Jamblang". Meskipun nasi itu terbungkus oleh daun, rasanya tetap enak tenan😏



Berbicara mengenai makanan tentunya gak ada habisnya. Seperti Kamis siang tertanggal 21 Des 2017, aku tiba - tiba kangen berat sama nasi bungkus Mak Iting warung sebelah kantorku. Karena udah lama banget aku gak mampir ke warung sebelah yang terkenal dengan sambelnya yang rasanya mantep pol puedes pake banget ditambah nikmat diambillah segelas air sama dengan*kalo kepedesan*πŸ˜œπŸ‘πŸ‘πŸ‘pokoknya dijamin bikin nagih dehπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ


Sederhana Rasa Istimewa

Mak iting ini menciptakan sambel dalam 2 versi berbeda, yang satu versi "Terasi" dan yang satunya lagi versi "Goang". Kedua sambel tersebut lalu disatukan bersamaan dengan nasi beserta lauk - pauk lengkap gak harus pake telor kan ... hehehe... dan dibungkus dengan kertas nasi berwarna coklat. Dibelilah nasi bungkus itu seharga Rp. 10.000 - Rp. 15.000/bungkus. Kali ini aku membeli 2 nasi bungkus. Entah karena kangen, lapar atau doyan atau jangan - jangan rakus ... hehehe😈 pokoknya makanan yang ada di warung Mak iting membuatku terpancing akan selera makan. Lagipula harganya pun merakyat gak pake melaratπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜
Memang terbilang cukup ramai pengunjung warung Mak iting ini, disamping rasanya mantep harganya pun pas dikantong.



Sesampainya dirumah, dimakanlah dengan lahap nasi bungkus ternikmat di Garut buatan Mak iting. mmmm...nom nom nom bener bener ajib dah .... Warning : Maaf ya yang baca cuman kecipratan ngilernya .... wkwkwk.....πŸ™‹
Setelah makan selesai dilanjutkan berbaring sebentar sembari nonton TV dan sesekali kuhadapkan wajahku ke halaman belakang rumahku yang diwarnai pemandangan hijau yang disertai semilirnya angin sejuk yang memaksaku untuk tertidur. Namun waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 teng tandanya waktu dzuhur sudah tiba. Sementara mataku sudah mencapai  2 watt alias lowbat yang redup sayup tinggal menunggu hitungan detik untuk menyapa dunia mimpi ...*kantuk berat*.....
Suara adzan pun terdengar merdu, " ah baru juga adzan nanti aja 5 menit lagi, pikirku ". Akhirnya aku terkalahkan oleh rasa kantukku. Aku pun tertidur pulas. Seakan - akan aku terbius kaku dan tak mengenal waktu.



Waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 atau pukul 3 sore, tentunya waktu dzuhur habis dan berganti dengan waktu ashar. Aku pun terbangun dengan rasa menyesal karena terlewat untuk shalat dzuhur. Alamak .... sial ! aku membatin. Aduh rasanya tuh nyesel banget ketinggalan shalat dalam satu waktu yaitu dzuhur beneran sedih seperti gak tenang hati ini ,,, *cieeelebaylu*,,, Beneran koq, "SERIUS".😞
Alah nikmatnya dunia ternyata gak seberapa dibandingkan nikmatnya akhirat yang begitu berharga. hehehe ... *ceramah*.
Gimana dengan kalian men_temen apa pernah atau sering ninggalin shalat ? Trus rasanya gimana ? Kalo ada yang jawab biasa aja, aku saranin mendingan diruqkhyah aja ya ...*lu kira kemasukan jin*... hahaha ... 😝😝😝

Tuesday, November 7, 2017

puisi aku harus jujur




Jika aku harus jujur

Aku dulu mengagumimu
Aku memujamu
Aku menyanjungmu
Aku mendewakanmu




Jika aku harus jujur

Aku dulu terpesona akan dirimu
Rayuan mautmu membuatku tak berdaya
Bersandar di bahumu pun membuatku nyaman




Jika aku harus jujur

Kini tentang semua rasa cintaku
Tentang semua kenanganku bersamamu
Terlalu pahit untuk dikenang




Jika aku harus jujur

Dengan kata cinta yang selalu kau ucapkan
Dengan kata sayang yang selalu kau tuliskan
Itu semua palsu




Jika aku harus jujur

Meski hatiku ini terlalu sakit karena mu
Entah mengapa namamu selalu terukir didalam relung hatiku




Maafkan ... kini aku harus jujur padamu wahai cinta pertamaku

Bahwa aku muak padamu
Aku menyesal pernah bertemu denganmu
Jangan kau ikuti lagi setiap langkahku
Kumohon padamu Tuhan tolong bantu aku lumpuhkan ingatanku tentangnya







Tuesday, October 24, 2017

aku terjebak ke dalam mulut harimau



Pada tahun 2007 silam, aku hijrah dari kota Bekasi ke kota Garut. Aku mencoba untuk hidup mandiri..., kebanyakan orang - orang ngadu nasib di Jakarta atau Bekasi nah ini malah mau kerja di kampung... hehehe... *maklum dunia terbalik*. Lagipula hidup dekat dengan orangtua, aku merasa tertekan. Mereka terlalu mendikte, otoriter, terkadang galak .... *ups* tapi yang pastinya hatinya sangat baik. Sebenarnya tujuan aku hijrah dan menetap di Garut untuk bekerja. Ya bekerja di salah satu sekolah SD Negeri. Dan memang keluarga besar dari mamahku merupakan orang asli Garut. Mereka tergolong keluarga berpendidikan dan pendidik alias Guru. Bukan hanya itu saja mereka pun tergolong keluarga ningrat. Semua namanya menggunakan gelar Raden ... *hari gini,cuih*... tapi sayangnya gak ada yang menggunakan nama Pak Ogah ... hehehe. Dengan bantuan salah satu dari mereka, aku bisa bekerja ... *cuma sesaat*... Aku memutuskan bekerja di instansi pemerintah atau sekolah negeri itu karena memang cita - citaku ingin menjadi PNS... *itu_dulu* ...
Kebetulan bibi dari mamahku ini pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Sekolah. Yang pastinya seneng banget waktu itu bisa kerja disekolah tanpa berpikiran yang macem - macem. Dari hari ke hari aku menjalaninya dengan suka cita tanpa beban meskipun hasil kerjaku belum dibayar. Maklumlah masih pegawai sementara, pegawai honorer aja yang udah masuk absen dinas pendidikan digajinya 3 bulan sekali itupun menunggu BOS ( Bantuan Operasional Sekolah ) cair. Pikirku pada saat itu gak apa - apalah aku gak digaji untuk sementara waktu yang penting bisa buat menjamin masa depan alias aku kepake terus. Akan tetapi pikiranku salah, kami mengibarkan bendera perang versi Baratayudha. Hubungan kami pun memudar. Entah aku yang bermasalah atau dia yang bermasalah ... *ah emang dasar rese aja tuh orang*... yang pastinya kami memang bermasalah. Aku merasa difitnah dan direndahkan harga diriku, pokoknya dicaci mentah - mentah ... *sakitnya tuh disini* ... Hanya karena salah paham aja sih sebenarnya, tapi dia gak mau kalah dan merasa paling "G U E" sedunia. *Udin sedunia kaleee*πŸ˜– Perang antara kami pada saat itu berlangsung sekitar 1 bulan. Dan otomatis aku keluar dari sekolah tempat aku bekerja dan tempat dia menjabat sebagai Kepala Sekolah.


Tapi untungnya masih ada paman dari mamahku. Dia memberi saran agar aku bekerja di Koperasi Sekolah tempat paman mamahku bekerja. Di Koperasi Sekolah tersebut, dia menjabat sebagai ketua Koperasi Guru. Akan tetapi hari - hariku selama bekerja di Koperasi tersebut masih diwarnai peperangan. Peperangan versi Baratayudha kami belum selesai. Bibi dari mamahku tidak suka melihat aku bekerja di Koperasi atas pertolongan kakaknya. Dia pun dengan seribu cara mengusir aku secara halus, supaya aku kembali lagi ke Bekasi. Bukan hanya itu saja pernyataan yang terlontar dari mulutnya sangat amat menyakitkan pake banget. Pokoknya ngomong kemana - mana gak karuan, kebaikan aku diomonginnya dikurangin giliran kejelekan aku diomonginnya dilebihin...*huft* Nolongin tuh yang ikhlas tanpa pamrih jangan mau dipuji gumamku😠


Bulan ke2 masih dengan situasi memanas, aku dipaksa kembali ke Bekasi oleh kedua orangtuaku meskipun hatiku berat banget. Paman dari mamahku ini menyarankan agar kembali lagi ke Garut dan bekerja lagi di Koperasi Sekolah jika amarah adiknya itu mereda. Ya sudah aku jalani saja hari - hari seperti sedia kala di rumah orangtuaku di Bekasi. Meskipun dengan berbagai macam rasa, mulai dari jenuh, suntuk dan lain - lain. Bukan berarti aku tidak mencoba untuk mencari pekerjaan di Bekasi. Aku sudah pernah mencoba puluhan bahkan mungkin ratusan surat lamaran sudah diajukan ke beberapa perusahaan akan tetapi hasilnya nihil. Dan aku pun mencoba untuk melamar di kantor tempat mamahku bekerja hasilnya pun nihil ... *jakarta tea berlomba tempat ngadu nasib*...
Aku mencoba menghubungi teman - temanku lagi, mereka pun sama gak jelas masa depannya. Ada yang kerja di pabrik hanya kuat setahun dua tahun akhirnya nganggur lagi. Bahkan ada juga yang udah married dan punya anak ... wkwkwkwkwk ... *secepat itu*. Trus tanpa berpikir matang, aku juga mencoba melamar di pt yamaha cikarang.  Aku pun akhirnya keterima di perusahaan itu seneng sih tapi koq gak sejalan dengan kata hati. Bawaannya tuh pengen nangis mulu kalo pulang kerja... *mental tape*... Entah kenapa pokoknya gak sejalan aja sama kata hati ... πŸ‘€
Trus aku minta saran sama mamahku, eh boro - boro nyaranin yang ada malah bikin aku tambah terpuruk ....😒
Dan akhirnya pun aku keluar dari tempat kerjaanku itu. Pada saat itu papahku marah besar mengetahui aku keluar dari pt yamaha cikarang tersebut.  Jelas karena harapan hatiku masih menginginkan lagi bekerja di Koperasi Sekolah di Garut. Lalu seiring berjalannya waktu aku pun mencoba menghubungi lagi paman dari mamahku yang menjabat sebagai ketua Koperasi Sekolah. Sepatah dua patah kata kami bicara melalui telepon, lalu dia pun menyetujui permintaan aku yang agak memaksa untuk kembali lagi ke Garut.


Sekitar pertengahan bulan Mei masih tahun 2007 silam, aku pun kembali ke Garut dan menetap selamanya di sini...*cihuyyy sambil jingkrak - jingkrak*...πŸ˜ƒ
Aku kembali bekerja di Koperasi Sekolah itu, kuawali hari itu dengan semangat, giat dan fokus...*aku harus bisa*... Ya aku harus fokus untuk mendapatkan jabatan sebagai PNS. Kujalani hari - hari ku dengan sikap optimis meskipun ada saja ya rintangan - rintangan yang menghadang. Begitu juga dengan pemandangan yang masih terlihat tidak mengenakan yaitu  tatapan mata sekelompok bagian keluarga besar dari mamahku (baca:Raden) gak suka melihat  aku menetap dan bekerja di Koperasi tersebut. Tak mengapa yang penting aku harus goal pikirku saat itu.
Lagipula di tempat aku bekerja saat itu membuatku nyaman dan aku pun mudah sekali beradaptasi dengan pegawai lainnya. Meskipun terkadang ada satu dua anggota koperasi ( baca : guru ) yang membuat aku kesal. Dan yang lucunya lagi aku ditodong sama oknum guru PNS yang statusnya udah jelas. Punya gaji tetap penghasilan lumayan tapi koq masih minta rokok sama aku yang hanya pegawai sementara gajinya gak jelas apalagi statusnya... weleh,,,weleh,,,weleh,,,*koplokehkoplak*... Trus kamu kasih ? ya habis mau gimana lagi itung - itung sedekah aja kali ya .... *jhaaahaaa*... Sekali dua kali sih gapapa lah ya tapi kalo ketiga kali dan seterusnya yah terpaksa aku manyunin😈😠😈
Udah gitu pernah suatu waktu jam pulang kerja tapi gak ada ojek atau angkot, masa aku harus jalan kaki menuju rumah apalagi kondisi saat itu udah maghrib. Eh kebetulan ada pegawai Dinas yang masih anggota koperasi, dia pun mau pulang kearah yang sama dengan jalan pulangku. Dia menggunakan motor dan menawariku untuk pulang bareng, akhirnya aku pun naik motor si bapak itu. Eh sesampainya di gang rumah aku, dia berhenti lama banget. Trus aku tanya dan gak lupa juga aku bilang TERIMA KASIH lah : " masih nunggu siapa pak ?"
Jawab dia" rokoknya atuh"! Disitu aku merasa hayang nakol eta beungeut si bapak ... 😜. Ya sudah tanpa basa basi aku ke warung dulu untuk membeli sebungkus rokok. Dikasihlah rokok sebungkus. Sumringahlah wajah si bapak tadi sementara wajahku jamedud alias cemberut. Dikiranya lu ikhlas nganterin gue pulang gumamku...*gondok*...
Itu baru satu orang model kayak gitu. Aku kira hanya satu orang itu aja yang modelnya nyebelin gitu eh tak taunya wah satu rw oknum guru yang berstatus PNS yang modelnya gak kalah menariknya dari si bapak tadi...*wakwaw*...
Dan gak respectlah sama orang - orang tersebut karena tindak tanduknya yang nyebelin.
Sampai pada suatu waktu badai pun menghampiriku dengan dahsyat. Entah ini cobaan entah ini ujian entah ini godaan, *gak ada ujan gak ada angin* tapi yang pastinya ini merupakan suatu halangan untuk meraih cita - cita yang aku mau selama ini ... *pokoknya sesuatu banget*.... Aku terjebak dalam cinta yang salah, eit eit tunggu dulu kayaknya judulnya harus diganti nih yang bener begini : mencintai orang yang salah...*nahloh*... Saat itu ... saat itu ... saat itu .... mmmmm .... ah gini aja deh jelasnya aku telah terhipnotis oleh kata manisnya. Entah setan πŸ‘»mana yang udah membujuk rayu dan mencuri hatiku ...*kau curi hatiku oh no*... sehingga aku tenggelam dalam sebuah keadaan...*klepek-klepek*... Ah sudahlah itu hanya bagian dari cerita masa laluku yang ... yang ... yaaang ... terlalu pahit untuk diceritain, tar bisa - bisa nangis akunya ... *kenangan cinlok*... Kisah cinlok ini perpaduan dari lagunya Afgan berjudul " SADIS" dan Cakra Khan berjudul " KEKASIH BAYANGAN"...*jleb*... Iya memang sadis sekali caranya menarik simpatiku sampai - sampai aku tenggelam oleh sebuah keadaan dimana hatiku tumbuh oleh bunga - bunga asmara lalu diredupkan seketika dalam waktu yang bersamaan. Dan memang kuakui, diriku hanya dijadikan kekasih bayangan dan kekasih sesaat saja olehnya.  Yang pastinya hatiku menjerit kesakitan dan selalu berkata " Tuhan seberat inikah ujian hidupku"...*aaaarghhhhh*😞😭... Dan hatikuπŸ’” pun terpatahkan oleh keadaan pula. " Oh dunia remuklah seluruh jiwaku, teriakku". Alah udah ah terlalu puitis ...

Tempat ini punya banyak kisah mulai dari karir sampai pada masalah πŸ’”

Kembali lagi pada pokok hidupku yaitu dengan status pekerjaanku. Sudah berjalan 2 tahun, aku bekerja di Koperasi Sekolah ini. Hatiku mulai cemas, karena belum ada kejelasan dengan nasibku alias masih menggantung. Sebenarnya di Koperasi ini aku bekerja hanya sementara waktu sambil menunggu hasil keputusan paman dari mamahku. Karena dia berjanji untuk memindahkan aku bekerja sebagai pegawai tetap di sekolah SMP Negeri ... *itung-itung nyari pengalaman* ...
Kujalani hari - hariku dengan kegelisahan hati tanpa tau bagaimana selanjutnya masa depanku kelak. Aku mencoba memberanikan diri menanyakan kepastian dari paman mamahku. Jawaban dia pun tidak memuaskan, pernyataannya gak konsisten dan seolah - olah dia mau melepas semua janjinya. Aku pun bingung entah dengan cara apalagi aku harus berusaha untuk memperbaiki masa depanku dan mendapatkan karir yang kuinginkan. Pikirku semua orang gak bisa dipercaya tanpa terkecuali...*geram*...
Hari Lebaran pun tiba, aku menyendiri dirumah tidak seperti kebanyakan orang yang gembira menyambut hari spesial berkumpul bersama dengan keluarga atau sanak saudara. Ya aku gak punya saudara yang baik dan tulus pikirku. Mereka MUNAFIK, semua sama saja...*gejolak batin*... Aku mencoba jaga jarak hubunganku dengan mereka.
Libur Lebaran hari ke2, mamahku datang ke Garut mengunjungiku. Mamahku pun masih menjaga hubungan silaturahmi dengan keluarganya terkecuali aku. Firasatku mulai gak enak ... *tanda tanya* Sepulang dari rumah sanak saudaranya, mamahku menghakimi aku berdasarkan laporan atau pengaduan dari sanak saudaranya. Mmmmm ternyata firasatku benar, pasti mereka ngadu yang bukan - bukan tentang aku... *coba sabar tanpa marah*... dan aku hanya menjadi pendengar setia mamahku tanpa berkomentar apa pun. Kebiasaan buruk Mamahku lebih suka mendengar dan percaya sama omongan orang daripada sama anaknya sendiri... *biarkanlah*... Dan aku anggap angin lalu saja komentar orang lain apalagi ini saudara sendiri ( baca:keluarga Raden ) tentang aku. Biarlah hanya aku dan Tuhan yang tau, gumamku.


Sudah berjalan 3 tahun, aku bekerja di Koperasi meskipun belum ada kepastian yang jelas...*belajar ikhlas aja deh*... Senin - Sabtu masuk Koperasi seperti biasa tanpa diiringi semangat menggebu...*setengah hati*... Kujalani sajalah kemana alur kehidupanku ini melangkah.
Sampai suatu waktu, pegawai Dinas Pendidikan datang dan mengobrol panjang lebar denganku. Dia menanyakan, "apakah namaku sudah terdaftar di Dinas ? "Aku jawab aja, gak tau pak itu sih urusannya Pak Ketua". Trus pegawai Dinas itu bertanya lagi, " apa hubunganmu dengan Pak Ketua dan kalau bisa daftarkan namamu secara sah di kantor koperasi pusat supaya kamu bisa jadi pegawai tetap ?!! " ok siap, saya masih saudaranya pak, jawabku semangat". Saat itu aku bersemangat lagi dan peluang emas sudah ada di depan mata gumamku.
Keesokan harinya aku menemui paman dari mamahku yang menjabat sebagai ketua koperasi, aku membicarakan status pekerjaanku. Tanpa ada senyuman dari mimik wajahnya, dia hanya menganggukan kepala dan tidak berkata apa - apa. Ya sudah aku pun mengakhiri obrolan itu dengan dingin ... *hening*... Aku pun pulang kerumah dengan keadaan lesu, meskipun sebenarnya masih ada setumpuk pekerjaan yang harus dikerjakan. Sesampainya dirumah aku terbaring di karpet sambil menonton acara tv dengan pikiranku yang kosong...*planga_plongo*... yang gak tau harus mengadu kepada siapa lagi.
Meskipun status pekerjaanku masih belum jelas, aku selalu dan selalu optimis untuk tetap semangat dan berusaha masuk kerja setiap hari kecuali Minggu. 
Masih dengan rasa penasaranku, aku mencoba sekali lagi untuk memberanikan diri bertanya secara pasti kepada paman dari mamahku mengenai status pekerjaanku. Akhirnya jawabannya pun sama dengan berbagai alasan untuk melepas janjinya padaku. Aku pun kecewa. Terlihat berbeda dari cara dia bicara gak seperti pertama kali yang begitu iba padaku. Pikirku mungkin ini karena hasutan adik - adiknya agar aku gak jadi menjadi pegawai PNS. Tapi mmm entahlah .... 
Ternyata aku salah menduga, kupikir dengan aku jauh dari kedua orangtuaku lalu aku hijrah ke tempat lain dan memutuskan untuk hidup mandiri malah gak ada artinya. Semuanya NIHIL. Kesana mentok kesini mentok akhirnya ya kejedot ... *hiks*... Iya memang aku malah terjebak dan terperangkap ke dalam mulut harimau. Aku kira aku punya saudara yang semuanya keluarga besar berpangkat guru dan kepala sekolah itu berhati baik dan tulus tapi ternyata gak bisa diandalkan. Bener juga sih dengan istilah " dulur jadi batur, batur jadi dulur" ( saudara sendiri bisa jadi orang lain dan orang lain bisa jadi saudara ).
Kusadari sih sebelum aku memutuskan untuk hijrah ke Garut ini, mamahku sempat mengucap " gak ridho". Mmmm ternyata arti dari kata ketidak ridho-an ini, mamahku sudah tau watak - watak keluarganya makanya aku gak diijinkan untuk menetap di Garut. Ah yang terpenting niatku baik koq, itu aja dan Tuhan tau isi hatiku. Dan mungkin juga Tuhan punya rencana yang terbaik buatku.
Dan dari kacamata aku selama aku menetap di Garut, keluarga mamahku bisanya menilai kejelekan orang lain tanpa pernah mengkaji diri mereka sendiri. Lebih suka menghasut, adu domba pokoknya penyakit hati lainnya yang audzubillah deh. Ditambah lagi mereka kurang menghargai perasaan orang lain sementara mereka sendiri maunya disanjung - sanjung atau bahasa kerennya "Gila hormat". Mereka sebagai guru terlalu pintar menggurui orang lain tapi begitu bodoh untuk menggurui dirinya sendiri. Dan begitu malasnya aku berbaur lagi dengan keluarga mamahku karena loba piomongan nu teu pararuguh ( banyak omongan yang jelek - jelek yang gak ada manfaatnya ). *Emang gitu gue orangnya dendaman, entahlah*. Selama orang itu asyik baik hati dan gak sombong ditambah lagi kiyut, lucu, ngegemesin ...*apa coba*... aku juga bakal menjadi teman yang sangat baik buatnya tetapi sebaliknya selama orang itu nyebelin, lebih baik aku ya menjauh saja atau jaga jarak ...*lebih aman*... 
Aku aja yang gak pernah bersilaturahmi lagi sampai saat ini dengan mereka semenjak kejadian perang Baratayudha itu, mereka berkoar sana sini seolah - olah aku ini pembuat onar dan selalu saja namaku menjadi bahan omongan...*biarin da akumah artis*.... hehehe ...

Kesimpulan dari cerita hidupku diatas adalah : " Bagaimana pun ikhtiar atau usaha kita, tetap cari dan andalkan Tuhan. Jangan cari selain Tuhan. Karena Tuhan tidak pernah membuat kita kecewa seperti halnya manusia yang selalu membuat kecewa. Dan Tuhan tau mana yang terbaik untuk umatnya. Tetap berprasangka baiklah pada Tuhan ... syukuri saja yang ada*renungan juga diri sendiri*...dan tetap istiqamah dalam berdoa kepada-Nya".
Hujan pasti reda begitupun dengan banjir, ia pun akan surut bahkan dengan adanya badai, ia pun akan berlalu. Maka bersabarlah karena segala sesuatu akan ada saatnya.  

Dan semoga yang membaca kisahku ini, selalu dimudahkan jalan hidupnya dan selalu diberi kelancaran atas rejekinya. Amiiin Ya Allah... 

















Monday, October 23, 2017

benda keramat



Selasa siang ini aku gak kemana - mana ...*males ngantor*... Karena semenjak pagi tadi diributkan dengan masalah air yang gak pernah kelar - kelar. Entah itu pipanya sering copotlah entah itu airnya kotorlah pokoknya dihitung - hitung ada 15 kali masalah air dalam sebulan. Gak ada yang lolos dalam setahun masalah air pasti ada saja pembahasannya. Yang lebih nyebelin lagi untuk memperbaiki saluran air gak cukup sejam dua jam bahkan pernah terkadang sampai seharian penuh...*huft*... 
Tapi dikhusus hari ini saja hanya sebentar memperbaiki saluran air. Entah dewa mana yang sudah mau mampir membantuku memperbaiki saluran air. Setelah 30 menit memperbaiki saluran air, aku pun segera membersihkan badan. 



Gak lengkap rasanya hidupku tanpa komputer. Tombol turn on pun kuhidupkan, aku pun mulai utak atik lagi dengan video - videoku. Sebelum aku upload video kontes domba minggu kemarin, seperti biasa aku edit melalui photoshop biar terlihat menarik. Editan pun selesai aku pun mulai mengupload satu persatu video koleksiku ke salah satu youtube_ku. 
Perutku mulai keroncongan. Diambilah nasi hangat dengan beberapa bala - bala atau bakwan. Seperti biasa setiap pagi aku harus ditemani bala - bala atau bakwan karena tanpanya kurang seru rasanya. Dan tak lupa juga setelah sarapan harus ada pencuci mulut. Diambilah buah mangga ...*ujan - ujan musim mangga*... kupotong - potong dengan pisau kesayanganku. Dengan sedikit melamun aku memotong buah mangga itu. Dan disitu terdengar hatiku berbisik : " awas pisaunya jangan kebuang". Kuabaikan bisikan itu tanpa berpikir panjang lagi. Kembali  lagi pada video - videoku sambil sesekali kulihat subcriber di youtube_ku ...*hahaha mayanlah*... batinku senang. Aku pun tak lupa mampir ke salah satu medsosku kali aja ada pesanan lagi pikirku. Ternyata yang ada hanyalah konten - konten berisi hal - hal negatif di beranda medsosku ...*halah bikin bete*... Buru - buru langsung klik close keluar dari medsos karena gak mau terbawa arus negatif.



Padahal baru saja sarapan tapi entah mengapa nih mulut maunya ngegayem mulu ... hihihi ... Ditengoklah meja makan kali aja masih ada makanan yang tersisa. Terlihat ada satu toples yang berisi keripik jamur di atas meja makan.  Diambilah beberapa keripik jamur di toples tersebut ...*nyam nyam nyam enak*.... Ups tapi disitu terlihat pemandangan yang tidak menyenangkan, rupanya binatang kecil - kecil gak tau namanya dan gak tau darimana datangnya yang pastinya dia suka menghinggap pada sisa - sisa buah - buahan yang sudah tercium gak segar lagi. Binatang - binatang itu rupanya mengerubuti sampah kulit mangga bekas tadi. Buah mangga yang aku makan tadi bukannya gak segar karena terlalu matang banget jadi aromanya juga agak - agak gimana gitu. Tapi manis banget koq. Maklumlah sudah 3 hari yang lalu aku beli dan gak aku simpen di kulkas. Makanya binatang - binatang itu terundang untuk menghinggapi sampah kulit mangga tadi...*hiks*. Plastik kecil yang berisi kulit mangga tadi lalu aku buang ke selokan di belakang rumahku. Tanpa aku koreksi kembali. 



Tampak plastik putih 



Beberapa jam kemudian aku baru menyadari, bahwa pisau kesayanganku ikut bersama plastik sampah yang berisi kulit mangga tadi. Aku pun teriak - teriak tanda gak ridho. " Arrgh pisaukuuu, teriakku" sambil melihat kearah air selokan. Gak cukup teriak aja, dikerjarlah plastik sampah tadi yang sudah ikut terbawa arus air. Didapatilah plastik putih itu, untunglah gumamku. Tapi ternyata hanya sebuah plastik kosong. Aku pun kesal dan menyesalinya.  Aku telah kehilangan benda keramat  yang sudah menemaniku bertahun - tahun dan aku gak bisa hidup tanpanya ...*hah lebay*...  Padahal banyak sekali pisau yang aku punya dan entah mengapa hanya pisau itu yang membuatku gak mau kehilangan dia. Ternyata bisikan hatiku tadi benar, dia seakan - akan sudah tau kalau aku ceroboh dan akan kehilangan pisau itu. Model pisau yang aku punya seperti itu susah sekali didapati. Pernah dulu banget aku berniat untuk membeli lagi pisau model seperti itu tapi gak ada yang jual . Maklum model langka. 
Selamat Tinggal Pisau kesayanganku membatin. 



Saturday, October 21, 2017

resep bakso tahu kuah isi telur puyuh



Hai ... hai ... men_temen apa kabar kalian semua di waktu weekend ini ??? Yang pastinya seperti biasa ya di hari liburan ini hari yang santai hari yang spesial berkumpul lagi bersama keluarga dirumah. Liburan di akhir pekan ini juga terkadang membuat kita malas dengan alasan cape karena selama Senin - Jumat banyak rutinitas atau pekerjaan - pekerjaan kantor yang harus kita selesaikan. Apalagi nih men_temen di bulan - bulan yang berakhiran ber-( baca: September, Oktober, November dan Desember ) sudah memasuki musim penghujan. *Mendukung banget nih cuaca hujan males ngapa - ngapain dan males bepergian*. 
Dan yang pastinya di musim hujan seperti ini maunya makan atau minum yang anget - anget biar badan kita ngejeresjes gitu deh ... hehehe ... *apa coba*.
Kira - kira hujan - hujan gini enaknya makan apa ya ??? .... mmmmmmm .... Daripada kelamaan mikir mendingan baca terus artikel ini sampai habis ya. Setelah itu coba praktekin deh !!! 
Yup ! men_temen seperti biasa di weekend ini aku punya resep masakan yang gak kalah enaknya dengan resep - resep aku sebelumya. Tentunya makanan ini cocok banget buat musim dingin seperti ini. Mau tau seperti apa sih resepnya ? Yuk intip dapurnya si Ratu Demplon !!! 
Seperti biasa ya, kalo kalian suka coba klik +1 lalu sharing ya !!!


Bahan :


10 buah Tahu ( rebus dan haluskan )

Telur Puyuh secukupnya
12 sendok makan Tepung Terigu
10 sendok makan Tepung Sagu
5 Siung Bawang Putih ( haluskan )
1/2 sendok teh Lada Bubuk
1 sendok makan Garam
Gula Pasir secukupnya
1/2 sendok teh Kaldu Ayam bubuk
1 butir Telur Ayam
Daun Bawang secukupnya ( iris tipis - tipis )
100 ml Air Hangat


Cara membuat :



  1. Masukkan Air, Kaldu Ayam bubuk, Daun Bawang kedalam panci rebusan. Sisihkan
  2. Campurkan dalam satu wadah Tahu, Tepung Terigu, Tepung Sagu, Bawang Putih, Lada Bubuk, Garam, Gula dan Telur Ayam. Aduk sampai kalis lalu bentuk menjadi bulatan, pipihkan dan isi dengan Telur Puyuh lalu bulatkan lagi hingga membentuk bulatan 
  3. Masukkan kedalam panci yang tertera pada no. 1. Rebus hingga mendidih. Lakukan terus hingga adonan habis
  4. Dirasa sudah cukup mengambang atau matang Bakso tersebut siap untuk disajikan selagi hangat
  5. Sajikan dengan saos sambal atau kecap


Wih mantep "bakso tahu kuah isi telur puyuh by me" sudah bisa disantap bersama keluarga nih. Ayo men_temen selamat makaaan ..... !!!
Semoga bermanfaat___________Selamat mencoba


















Sunday, October 8, 2017

serunya nonton si MAMAT



Pada Sabtu tertanggal 7 Oktober 2017 , kantor UPTD tempat aku bekerja mengadakan acara "Mabar" alias Mancing Bareng. Seperti biasa mulai jam 7 pagi, kami melakukan aktivitas - aktivitas rutin di kantor. Sementara acara Mabar tersebut akan dimulai jam 11 siang sampai dengan selesainya, yah mungkin kira - kira sampai sore. 
Sebenarnya sih hari Sabtu - Minggu libur, dikarenakan ada acara spesial maka seluruh pegawai yang bekerja di kantor tersebut termasuk aku sendiri diharuskan untuk masuk kantor. Tik ... Tok ... Tik ... Tok ..., mataku selalu tertuju pada arah jarum jam. Semakin diperhatikan semakin lemot saja waktu berputar ... *hah mulai badmood*... Untuk mengusir rasa bete, ku mencoba menyeduh kopi hitam pekat sehitam kulit orang yang ada didepanku ... hehehe ... * gak tau siapa nih orang daritadi ngliatin aku mulu*... Setelah diseduh siap untuk diminum ... *sruput akh pait* ... Bersamaan dengan diminumnya kopi hitam pekat ini, rasa kantuk dan bete-ku pun mulai berangsur - angsur menghilang. Mataku pun sudah mulai cenghar deui ( sunda ) alias seger lagi ... *yup SEMANGAAAT* ...


Waktu pun sudah menunjukkan pukul 10.30 WIB, saatnya kami untuk berangkat menuju rumah Pak Jana, salah seorang pegawai kantor UPTD.
Semua temenku sudah siap dengan perlengkapan alat pancingnya masing - masing. Hanya aku seorang yang bawa kamera pengintai ... hehehe ...
*Trus koq kenapa malah kerumah Pak Jana katanya mau Mabar  gimana nih* ... Begini men_temen sebenarnya acaranya diadakan di rumah Pak Jana,  .... *oooh* ...
Perjalanan dari kantor menuju rumah Pak Jana memakan waktu 45 menit.  
Sesampainya dirumah Pak Jana, lalu kami menuju ke belakang rumahnya untuk siap - siap bertempur dengan ikan - ikan di kolam miliknya.
Nah ini dia lokasi kejadiannya men_temen ....                
Meskipun tempatnya sederhana ... *udah kayak di rawa - rawa*... tapi yang pastinya seru deh untuk mengisi waktu luang bersama temen kantor.





Strike ... hip hop ... mantap ... , jago juga kang Risman mancingnya. Meskipun yang dipancingnya hanya ikan mas yah terbilang lumayan lah. Dan tidak sebesar ikan yang ada di acara mancing mania di tv - tv ... hehehe ...
Makin serius saja mata mereka tertuju ke arah pancingan sambil menunggu ikan - ikan yang masuk perangkapnya. Mereka juga tidak perduli dengan serangan nyamuk - nyamuk yang mulai menggodanya. Maklum rawa - rawa ... hehehe ...
Strike .. hip hop ... mantap ..., lagi - lagi ikan yang ada dikolam itu kalah takluk di pancingan kang Risman ...
" wih jago dalam hal mancing memancing nih kang , sahutku".  " ah biasa aja asal jangan mancing yang montok - montok pamali hahaha, begitu katanya ".
Waktu pun sudah menunjukkan jam 12 siang, aku pamit untuk melaksanakan kewajibanku dulu yaitu shalat Dzuhur.
Setelah 30 menit aku berada di Mushola, aku kembali ke arah lokasi pemancingan. Dan apa yang terjadi seketika itu ...... Strike ... hip hop ... mantap ..., lagi - lagi kang Risman menaklukan ikan mas di pancingannya. Entah sudah berapa banyak tuh ikan yang didapat olehnya ... *mantap*...

Dan pikirku, aku gak usah cape - cape mancing ikan, tinggal minta saja pada kang Risman  ... hehehe
Sementara ada yang mulai kelihatan manyun sedari tadi kuperhatikan, yaitu Pak Somad. Karena belum satupun ikan yang didapatnya  ... *sabar kang brow* .... Ternyata memancing ikan juga bisa melatih kesabaran nih bagi yang belum lulus dalam ujian sabar.
Ah bagiku bahagia itu gak perlu mewah dan gak perlu yang muluk - muluk, hanya dengan nonton si MAMAT alias Mancing Mania Top aja udah seneng banget. Memang benar bahagia itu SEDERHANA !!! Men_temen, apa kalian hobi memancing juga ???